Appernas Jaya Usul Skema Baru Pembiayaan Perumahan Masyarakat Miskin

Appernas Jaya (Aliansi Pengembang Perumahan Nasional) mengusulkan skema baru pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, saat Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi V DPR, Senin (20/1/2020).

antvklik.com – Selain membahas program kerja, Komisi V dan Appernas Jaya juga membahas usulan skema baru untuk perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau subsidi agar masyarakat nantinya tetap dapat memiliki perumahan yang layak.

Menurut Ketua Umum Appernas Jaya, Andriliwan Muhammad, Appernas Jaya memiliki dua solusi yang ditawarkan kepada DPR RI, yakni Appernas Jaya akan mengajukan pembiayaan sendiri karena menurut Andriliwan, Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai pihak yang ditunjuk pemerintah terkait pembiayaan rumah subsidi dianggap sudah tidak mampu membiayai pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sehingga Appernas Jaya akan mengajukan diri sebagai lembaga pembiayaan kredit pemilikan rumah subsidi agar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak membengkak dan memberatkan APBN.

Solusi kedua yang ditawarkan yakni nasabah dapat mencicil tanah satu bulan satu meter. Sehingga kriteria rumah bersubsidi minimal 60 meter sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 25 Tahun 2011 tentang pedoman penyelenggaraan perumahan murah dapat dipenuhi. Sehingga masyarakat berpenghasilan rendah akan memiliki tanah dalam waktu 5 tahun ke depan tanpa khawatir kredit macet.

Andriliwan Muhammad juga meminta kepada DPR untuk menyampaikan aspirasi Appernas Jaya kepada pemerintah.

Mahendra Dewanatha dan Wifta Renal | Jakarta

Appernas Jaya Ajukan Penambahan Kuota Rumah Subsidi

Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya mengajukan penambahan kuota  KPR subsidi melalui mekanisme APBN Perubahan 2020. Usulan Appernas Jaya tidak tanggung-tanggung, yakni dari anggaran subsidi perubahan sebesar  Rp 11 triliun menjadi Rp 29 triliun. Usulan ini disampaikan Appernas Jaya melalui rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara 2, Senin (20/1).

Menurut Ketua DPD Appernas Jaya Provinsi Kalimantan Tengah Dwi Nurcahyo, kuota yang disediakan pemerintah tahun 2020 hanya 102.000 unit, sedangkan kebutuhan rumah per tahun mencapai 300.000 unit. Artinya, ada defisit penyediaan subsidi untuk 198.000 unit rumah atau sekitar Rp 18 triliun.

Dwi Nurcahyo mengatakan, Appernas Jaya mengajukan perubahan skema pembiayaan agar kebijakan KPR subsidi melalui pembagian harga rumah, suku bunga, dan pendapatan menjadi dua.

Pertama, harga batas bawah Rp 130 juta dengan suku bunga KPR sebesar lima persen ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 4 juta. Harga batas bawah ini bertujuan agar masyarakat yang berpenghasilan sesuai UMK Kotim bisa mendapat fasilitas KPR subsidi.

”Seperti kita tahu, UMK kotim sebesar Rp 2.900.000. Kalau pakai harga Rp 153 juta, calon nasabah tidak bakal terverifikasi perbankan karena kurangnya kemampuan angsur,” ujarnya.

Kedua, harga maksimal sesuai Peraturan Menteri Pekejerjaan Umum Perumahan Rakyat Rp 153.000.000 dengan suku bunga delapan persen, diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan antara Rp 4 juta hingga Rp 7 juta.  Kabijakan ini diambil agar subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran.

”Sebab, MBR sendiri realitanya banyak yang berpenghasilan di bawah Rp 4 juta dan makin sulit menjangkau angsuran KPR yang setiap tahun naik,” ujar Dwi Nurcahyo.

Dwi Nurcahyo mengatakan, di Kalteng saja masih ada back log (defisit) pemilikan rumah di angka 200.000 unit. Ini adalah masalah yang harus diselesaikan karena setiap tahun angka back log meningkat karena bertambahnya golongan usia produktif.

”Pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dunia usaha harus bersama sama memenuhi kebutuhan rumah masyarakat. Instrumennya adalah melalui perubahan regulasi yang ada agar semua lapisan masyarakat bisa menikmati fasilitas subsidi KPR dari pemerintah,” ujarnya. (yit)

 

https://sampit.prokal.co/read/news/26809-appernas-jaya-ajukan-penambahan-kuota-rumah-subsidi.html

Kementerian PUPR Minta APPERNAS Jaya Sukseskan Program Satu Juta Rumah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan meminta Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (APPERNAS) Jaya untuk mendukung program satu juta rumah.

Hal itu dikatakan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko Heripoerwanto saat memberikan arahan di acara pengukuhan pengurus Appernas Jaya, di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

“Besar harapan agar APPERNAS JAYA dapat menunjukkan kinerja membangun rumah yang berkualitas, patuh terhadap peraturan perundangan-undangan, dan berperan aktif dalam mensukseskan program satu juta rumah,” ujar Eko.

Eko meminta, para pengembang yang tergabung dalam APPERNAS Jaya untuk mematuhi aturan mengenai teknis pembangunan rumah yang layak dihuni.

Ia ingin, aliansi itu melayani masyarakat dengan menyediakan rumah sesuai standar yang telah ditentukan.

“Saya pikir teman-teman nanti optimis untuk membangun perumahan khususnya masyarakat berpenghasilan rendah yang bisa diandalkan, dan betul-betul membantu merumahkan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, aspek keberhasilan menciptakan suatu produk saat rumah yang telah jadi tidak mendapat komplain dari konsumen.

“Kita lihat saja produk rumahnya, kalau produk rumahnya sudah dibangun tidak dikomplain YLKI dan Ombudsman, maka itu artinya asosiasi itu sudah membina dengan baik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum APPERNAS Jaya, Andriliwan Muhamad akan berusaha memimpin organisasi tersebut untuk membantu pemerintah, memajukan bangsa dengan menyediakan hunian yang nyama untuk masyarakat.

“InsyaAllah Pak Dirjen, kami APPERNAS Jaya akan berusaha membantu mensukseskan program-program pemerintah,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kementerian PUPR Minta APPERNAS Jaya Sukseskan Program Satu Juta Rumah, https://www.tribunnews.com/bisnis/2019/08/07/kementerian-pupr-minta-appernas-jaya-sukseskan-program-satu-juta-rumah.
Penulis: chaerul umam
Editor: Fajar Anjungroso